BIDADARI SANG SUAMI
Berawal tanggal 7 bulan Oktober
2012 disaat pencarianku mencari seorang pendamping mengalami masa paling aku
pasrahkan kepada Tuhan yang menciptakan manusia hidup berpasang-pasangan. Aku
menemukan celah dalam pencarianku itu, yaitu menemukan sosok yang tidak aku
sengaja dan mengajaknya berbicara panjang lebar di dalam perpustakaan dimana
aku bekerja disamping kuliah dan wanita itu sedang menempuh awal kuliah.
Berdasarkan dari masalah akhirnya menemukan solusi masalah. Perkenalanku berawal
dari tugasnya untuk mendatakan teman sekelasnya untuk menjadi anggota
perpustakaan dan akulah yang saat itu bertugas untuk membuatnya, dalam usaha
sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, aku gunakan untuk berkenalan dengan
percakapan meskipun aku tak tahu namanya, hal itu berakhir dengan shalat duhur
berjamaah di mushalla kampus tercinta.perkenalan berlanjut dan akupun tanpa
berpikir panjang langsung mengungkapkan isi hatiku, bukan untuk berpacaran
namun menuju jenjang pernikahan. Keluarganyapun tercengang mendengar dan
melihatku dengan sendirinya berani memberanikan diri meminta anaknya aku
pinang, namun keyakinan yang dalam dan telah memalui berbagai ujian cintalah
yang meyakinkanku untuk berani meminang. Al hasil diminta menunggu 2 tahun
berjalan oleh keluarganya dan aku pun akan angkat tangan bila demikian, dan
akhirnya hanya tempo 8 bulan iapun resmi aku pinang dengan ijab qobul yang aku
ucapkan dihadapan penghulu dan saksi sekalian. Kini menjadi bidadariku dengan
segala cobaan dan berbuah manis anak yang masih dalam kandungan yang semoga
kelak bernasib jauh lebih baik dari orang tuanya dan selamat dunia akheratnya.
Terima kasih bidadariku Qoriatul
Chasanah telah mendampingiku selama ini suamimu yang masih jauh dari sempurna.
Kediri, 27 Juni 2015
Karya : Slamet bin Munadji